Between Pleasing God, Pleasing Others And Pleasing Ourselves

Diterbitkan Dikategorikan dalam Bible Study Tak ada komentar pada Between Pleasing God, Pleasing Others And Pleasing Ourselves

“Do you place your faith in words or the things you talk about but not in the truth and without a care for how you act?”

-John Bunyan

 

Dalam menjalankan ibadah, betapa mudahnya kita terpeleset untuk menyenangkan orang lain atau bahkan diri sendiri. 

 

Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga.

Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.

Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.

(https://alkitab.me/in-tb/Matius/6/1,5,16

 

Tuhan Yesus sama sekali tidak terkesan dengan kegiatan ibadah yang dilakukan orang Yahudi. Bagi-Nya kegiatan itu hanya untuk menyenangkan manusia dan diri mereka sendiri. 

Bapa di Sorga disenangkan ketika manusia menjalankan ibadah tanpa diketahui orang lain : 

  • Memberi sedekah dengan diam-diam.
  • Berdoa di kamar sendirian.
  • Berpuasa tanpa memberi tahu siapapun. 

 

🕯️Dalam menjalankan ibadah, seringkali masih melakukannya untuk menyenangkan orang lain dan diri sendiri. Doa pribadi saya tidak sekhusuk saat berdoa bersama jemaat. Terkadang juga saya melakukan sekadar ikut-ikutan, takut kelihatan jelek karena orang lain melakukan. Atau sebagai keyboardist gereja, saya hanya bermain ketika akan bertugas minggu berjalan, tidak menjadikannya sebagai ibadah pribadi saya. 

🕯️Saya sadar bahwa sebanyak apapun kegiatan saya dalam gereja, belum tentu akan menyenangkan Bapa di Sorga. Saya sekadar menyenangkan orang lain dan diri sendiri. Apa yang saya lakukan untuk Bapa sendirian tanpa diketahui orang lainlah yang berkenan di hadapan-Nya. 

 

Wahai Pencari Kebenaran, 

👉Jangan sampai kita menjadi orang munafik!

👉Jangan kita menjalankan kegiatan agama untuk menyenangkan orang lain atau bahkan menyenangkan diri sendiri!

👉Apa yang kamu lakukan dalam ibadah gereja hendaklah kamu lakukan juga saat kamu sendiri! 

👉Karena Bapa di Sorga melihat dan berkenan kepadanya. 

 

Karena hanya dengan menyenangkan Bapa di Sorga jiwamu akan dipuaskan. 

 

Stress, anxiety, and depression are caused when we are living to please others.

— Paulo Coelho

Bagikan Ini:

Oleh Eka Karnawan

Seorang dokter gigi yang cinta Tuhan.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DOMBAPA Ijinkan kami memberi notifikasi update terbaru kepada Anda.
Tidak
Ijinkan Notifikasi