Didatangi Banyak Jin Setelah Berdoa Minta Mendung di Festival Kota Bitung – Bagian 2

Diterbitkan Dikategorikan dalam Doa, Iman, Kesaksian, Mujizat, Perang Rohani
IMG-20221022-WA0000-57f16495

Happy Sunday!

Apa rencana Anda Minggu ini bersama keluarga, teman-teman atau orang-orang yang Anda kasihi?

Selain meluangkan waktu bersama keluarga, apa Anda juga sudah meluangkan waktu untuk ibadah kepada Tuhan?

Jika sudah… Puji Tuhan 🙂

Nah, ini saya mau lanjutin lagi cerita kemarin yang bersambung. Siapa tahu bisa bermanfaat buat Anda ketika lagi ada waktu me time 🙂

Ok begini kelanjutannya…


… Sambungan “Didatangi Banyak Jin Setelah Berdoa Minta Mendung di Festival Kota Bitung – Bagian 1“.

“Kerjaan?… Siapa yang mau nyerang saya di kantor atau dari perusahaan mana ya? Kayaknya saya ngga ada masalah deh di kerjaan…” Ujar saya yang kebingungan.

Tapi tiba-tiba saya teringat dengan kejadian tadi siang ketika saya berdoa minta mendung di acara Festival Pesona Selat Lembeh.

Aha!!… Sepertinya ada hubungan sama kejadian tadi siang deh.

Lalu saya ceritakan kejadian tersebut ke teman saya….

Memang kedatangan saya ke Festival saat itu adalah karena dalam rangka pekerjaan, bukan sekedar berwisata.

Mas Kar pun menjawab, “Iya mas betul karena itu. Mangkanya tadi saya dapat petunjuk kalau itu ada hubungannya dengan pekerjaan Mas Awan. Dukunnya mengira Mas kemarin mau bikin gara-gara di acara tadi. Mendungnya dikirain supaya hujan sehingga acara jadi kacau. Yang nyerang memang orang lokal di tempatnya Mas”.

“Sayang sekali dukunnya salah paham. Ntar biar saya kontak secara batin Mas kasih penjelasan ke dukunnya.” Kata saya ke Mas Kar.

Sesudah menutup telpon, saya bicarakan hal ini ke istri saya lalu saya mulai duduk tenang untuk mulai kontak batin ke Pak Dukun. Saya berdoa ke Tuhan untuk minta tolong disambungkan ke dukun di seberang sana.

Dalam batin saya mengucapkan salam ke Pak Dukun dan mengatakan bahwa ini semua salah paham. Jadi saya tidak akan membalas menyerang dia.

Selesai kontak batin saya bilang ke istri, “Ma, tenang aja… sudah aku bilangin ke dukunnya kalau ini cuma salah paham. Ayo kita tidur aja.” Karena waktu itu memang sudah malam, sudah waktunya kami sekeluarga untuk tidur.

Harapan saya sih kunjungan jin nya stop berhenti dan bau dupanya hilang. Eh ditunggu beberapa menit sama istri saya, kok masih tetap ada ya baunya?!

“Pa, ini lho bau dupanya masih ada!”

Lha iya, masih saja ada. Dan tetap sama dengan awal, baunya hanya ada di kamar tidur kami. Di tempat lain tidak ada baunya.

Ya udah, saya pejamkan mata, lalu saya usir jinnya dalam nama Yesus. Baunya pun hilang.

Tidak beberapa lama, baunya muncul lagi!

Saya lagi-lagi mengusirnya dan lagi-lagi baunya muncul lagi.

Saya WA teman saya, dari sana saya tahu ternyata ketika saya sudah usir, dukunnya kirim yang lebih kuat lagi. Ketika saya usir lagi, eh Pak Dukun kirim lagi yang lebih kuat dan begitu terus tidak berhenti-henti.

Wah, ternyata Pak Dukun masih ngga terima ya padahal sudah saya kasih penjelasan. Ini berarti Pak Dukunnya yang cari gara-gara beneran.

Dari tadi saya hanya menengking atau mengusir setan-setannya. Tidak ada saya berniat untuk menyerang dan menyakiti mereka dan sang dukun. Jadi di sini saya sudah sebal sama mereka.

Karena sudah larut malam dan saya sudah ngantuk ingin tidur, saya berdoa ke Bapa… minta untuk dikirimkan malaikat-malaikatnya berjaga-jaga di sekeliling kami supaya kami bisa tidur nyenyak.

Lalu dalam batin saya serukan Nama Yesus sambil membayangkan muncul rantai panjang bercahaya dan mengeluarkan api panas. Rantai ini ada banyak, panjang melayang-layang berkeliling berjaga-jaga di sekitar kami.

Ini adalah salah satu teknik saya untuk membentengi tapi juga siap menyerang. Ada banyak teknik dalam peperangan rohani dan sebelumnya saya pernah menulis tentang cara membuat “pedang gaib” yang bisa Anda lihat di situs dombapa.com ini.

Judulnya “Tips untuk Indigo dan Non-Indigo: Membuat Senjata Gaib untuk Melawan Jin atau Roh Jahat“.

OK lanjut lagi ceritanya…

Dalam Nama Yesus, di batin saya memberikan peringatan ke para jin dan dukunnya demikian, “Tadi saya sudah bersabar tidak mau menyerang. Kalau kalian masih bandel, bukan salah saya jika rantai-rantai ini menyerang dan menyakiti kalian. Saya juga sudah pasrahkan ke Tuhan, terserah apa yang akan dilakukan para malaikat ini ke kalian.”

Karena sudah saya pasrahkan ke Bapa di Sorga, saya pun tertidur pulas.

Beda dengan saya, Istri masih kepikiran karena takut dan telat tidurnya.

Tapi memang, setelah doa final saya, bau dupanya hilang dan tidak pernah muncul lagi sampai sekarang.

Saya tidak tahu apa yang terjadi dengan dukunnya setelah malam itu. Apakah dia akhirnya kehabisan jin, capai kehabisan tenaga lalu menyerah… saya tidak tahu.

Atau mungkin jin-jinnya habis terbakar kena rantai-rantai tersebut dan Pak Dukun akhirnya meninggal (karena sudah biasa setan bisa menyerang balik dukun yang mengirimnya)… itu juga saya tidak tahu.

Yang saya pedulikan dan syukuri adalah Tuhan mengasihi saya dan keluarga saya, sehingga kami baik-baik saja… tidak ada luka, tidak ada yang sakit dan tidak ada yang rusak… kecuali satu, istri telat tidur karena takut. He3x…

1 Yohanes 4:4 (TB) Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia.

Saya percaya dengan ayat di atas. Roh Kudus di dalam saya lebih kuat daripada roh-roh yang dimiliki oleh dukun-dukun di dunia. Dengan iman akan kuasa Roh Kudus, saya bisa tidur nyenyak dan aman.

Filipi 2:10 (TB) supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,

Bagaimana dengan Anda, apa Anda percaya akan kuasa Roh Kudus dan kuasa Nama Yesus?

 

Tuhan memberkati,

Dt Awan (Andreas Hermawan)

 

* Ingin tahu tulisan-tulisan saya lainnya? Anda bisa membacanya atau ikuti Newsletternya di dombapa.com .

** Jika Anda merasa tulisan saya ini bermanfaat, jangan lupa share tulisan ini ke orang lain atau ke medsos Anda. Siapa tahu ternyata juga bisa jadi berkat buat yang lainnya. Amin!

 

 

Bagikan Ini:

Oleh awan717

Seorang penulis, konsultan di DOMBAPA.

DOMBAPA Ijinkan kami memberi notifikasi update terbaru kepada Anda.
Tidak
Ijinkan Notifikasi