2 Hal Ini Harus Berjalan Seimbang

Diterbitkan Dikategorikan dalam Bible Study Tak ada komentar pada 2 Hal Ini Harus Berjalan Seimbang

Usia saya sudah 47 tahun dan telah menjalani kehidupan sebagai murid Yesus selama 27 tahun, namun pengertian ini baru saya dapatkan : 

Matius 5 : 13-15 

“Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.

Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.”

Mungkin ada sahabat kita yang enak diajak ngobrol dan bergaul, serta available saat dimintai tolong. Kita suka sahabat yang demikian. Namun kehidupannya berantakan. Dia tidak punya pekerjaan tetap, perekonomiannya amburadul dan sering meminjam uang dari kita. Bagi kita dia adalah garam yang memberi rasa, namun hidupnya tidak menjadi terang. 

 

Di sisi lain, mungkin ada teman kita yang sukses dan berprestasi, jaringan usahanya menggurita, harta melimpah, rumahnya mewah dan mobilnya banyak. Kita kagum dan terinspirasi untuk memiliki hidup sepertinya. Namun hanya sebatas itu. Secara level personal kita tidak terkoneksi dengannya. Atau bahkan di tingkat komunitaspun dia tidak terlalu aktif. Bagi kita hidupnya terang benderang, namun sama sekali tidak memberi rasa. Hambar. 

 

🕯️Pemahaman ini membuka mata saya untuk mencari keseimbangan antara terang dan garam. Di satu sisi saya bisa menjadi orang yang baik dan menyenangkan, menjadi sahabat yang setia. Namun jika hidup saya tidak berprestasi, saya tidak bisa menginspirasi orang lain. Sementara itu jika saya mengejar kesuksesan dan melupakan hubungan, keberhasilan saya akan menjadi tawar bagi orang lain. Bisa saja mereka akan kagum, namun saya tidak akan pernah menjadi sahabat mereka. 

🕯️Akhir-akhir ini ada godaan untuk fokus membangun usaha dan mencari tambahan penghasilan serta mengurangi aktivitas dan pelayanan di gereja atau mengunjungi orang lain. Sering timbul pikiran : “Ngapain ngurusin masalah orang lain, sementara saya juga punya pergumulan sendiri?” Namun saya sadar rancangan Tuhan adalah selalu yang terbaik. Dia adalah Yehuwa Jireh. Dia akan menyediakan segalanya agar saya menjadi garam dan terang dunia. 

 

Bro Sis, 

Kejarlah keberhasilan, 

Jadilah yang terbaik, 

Jadilah terang yang bersinar benderang. 

 

Namun jangan pernah lupakan, 

Jadilah sahabat yang ada,

Saat susah maupun senang, 

Yang bersedia mendengar, 

Dan rela berbagi, 

Jadilah garam yang memberi rasa.

 

Matius 5:16 

“Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”

 

Bagikan Ini:

Oleh Eka Karnawan

Seorang dokter gigi yang cinta Tuhan.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DOMBAPA Ijinkan kami memberi notifikasi update terbaru kepada Anda.
Tidak
Ijinkan Notifikasi