Sin And Guilt Offerings: What We Really Need

Diterbitkan Dikategorikan dalam Bible Study Tak ada komentar pada Sin And Guilt Offerings: What We Really Need

Ketika kamu berbuat kesalahan fatal pada seseorang yang kamu sangat kasihi, apakah kamu berusaha memperbaikinya? Ataukah ada hal lain yang kamu butuhkan?  

 

Imamat 7:7 

Seperti halnya dengan korban penghapus dosa, demikian juga halnya dengan korban penebus salah; satu hukum berlaku atas keduanya: imam yang mengadakan pendamaian dengan korban itu, bagi dialah korban itu.

 

Dalam korban penghapus dosa dan korban penebus salah, korban dibagi antara mezbah dan imam; si pemberi tidak mendapat bagian, seperti yang dia miliki dalam korban perdamaian. Yang pertama menyatakan pertobatan dan kesedihan atas dosa, oleh karena itu lebih pantas berpuasa daripada berpesta; persembahan perdamaian menunjukkan persekutuan dengan Allah yang telah didamaikan di dalam Kristus, sukacita dan rasa syukur dari orang berdosa yang diampuni, dan hak-hak istimewa dari orang percaya sejati.

 

🕯️Seringkali ketika saya jatuh ke dalam dosa, sikap saya masih jauh dari yang Tuhan inginkan. Ya, memang ada penyesalan karena membiarkan diri berbuat kesalahan, tapi masih ada rasa merasa berhak kepada Tuhan. Merasa berhak untuk diampuni bahkan diberkati oleh Tuhan. 

🕯️Imamat pasal 7 mengajarkan saya sikap yang benar tentang dosa, yaitu benar-benar menyesal dan tidak mengharapkan apa-apa lagi dari Tuhan selain daripada pengampunan-Nya. Fokus kepada pertobatan lebih daripada mengharapkan berkat. 

 

Bro Sis, 

Apa yang kamu masih harapkan dari Tuhan selain daripada pengampunan-Nya? 

Hanya pengampunanlah satu-satunya yang kamu butuhkan di dunia ini. Yang lain hanyalah bonus! 

Karena itu marilah kita fokus pada penyesalan, pertobatan dan pengampunan lebih daripada mengharapkan berkat-berkat lain dari Tuhan.

Karena pada akhirnya hanyalah Tuhanlah yang kamu inginkan dan butuhkan. 

 

Filipi 4 : 19 

Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.

Bagikan Ini:

Oleh Eka Karnawan

Seorang dokter gigi yang cinta Tuhan.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DOMBAPA Ijinkan kami memberi notifikasi update terbaru kepada Anda.
Tidak
Ijinkan Notifikasi